by

Bupati Matim Kunjungi Lokasi Proyek Peningkatan Ruas Jalan Ndilek – Teber

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, melakukan kunjungan ke lokasi pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Jengok-Golo Nderu-Canggo-Teber (Segmen : Ndilek – Teber) di Kecamatan Rana Mese, Rabu (15/09) yang dikerjakan oleh CV. Yogi Putra dengan nilai kontrak Rp1.190.500.000.

Pekerjaan jalan tersebut sempat dihentikan beberapa waktu lalu oleh pihak KSDA (TWA Ranamese) karena terdapat beberapa segmen dan pekerjaan yang melewati kawasan hutan. Penghentian pekerjaan tersebut menimbulkan berbagai reaksi, terutama dari masyarakat sekitar yang akan menerima manfaat dari jalan tersebut. Sementara pihak kontraktor mengaku bingung karena terhambatnya pelaksanaan pekerjaan, sedangkan limit waktu semakin pendek dengan cuaca yang sudah mulai hujan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Agas didampingi oleh Kadis PUPR Yoseph Marto, Kadis Pariwisata Albertus Rangkak, Kasat Pol PP Yohanes Syukur, Kadis Kominfo Bonifasius Sai dan Kabag Prokopim Jefrin Haryanto. Kedatangan Bupati dan rombongan disambut oleh pihak TWA, masyarakat, kontraktor pelaksana dan Anggota DPRD Matim Rikardus Runggat.

Tujuan kehadiran Bupati Matim pada kesempatan tersebut adalah untuk menjernihkan masalah terkait pembangunan jalan yang sempat dihentikan. Bupati Agas menyatakan bahwa kedatangannya ke lokasi adalah untuk membangun komunikasi dan langkah cepat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di lapangan.

“Intinya adalah komunikasi yang dibangun oleh semua pihak berjalan dengan baik. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu pembangunan Manggarai Timur yang berjalan dengan baik dan lancar. Hal penting yang harus menjadi perhatian bersama adalah bahwa pembangunan fasilitas publik jangan sampai terganggu. Karena itu komunikasi perlu dibangun lebih intens dan bersama menemukan dan menyelesaikan persoalan yang ditemukan dilapangan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut akhirnya disepakati bahwa pembangunan pada bagian yang tidak bersinggungan dengan kawasan hutan akan tetap dilaksankan dan bagian-bagian lain yang masih membutuhkan izinan akan segera diproses. Untuk itu, pihak KSDA menjamin tidak akan memakan waktu dan prosedur yang panjang. Kesepakatan tersebut disambut warga dengan tepuk tangan meriah di lokasi pekerjaan.

Pihak KSDA pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ada aturan yang menjadi batasan pekerjaan yang dilaksanakan dalam kawasan hutan.

“Ada pekerjaan yang secara aturan tidak bisa dilaksanakan karena masuk dalam kawasan hutan. Terkait hal ini kami mengusulkan kepada Pemda Matim untuk berinisiatif untuk mengajukan sekaligus membuat Pernyataan Kerja Sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pembangunan yang mungkin akan berada atau bersinggungan dengan Hutan dibawah kendali KSDA. Pada prinsipnya pihak KSDA tidak berniat untuk menghambat pembangunan fasilitas public,” jelasnya.

Pertemuan dilanjutkan di Kantor TWA Rana Mese untuk melihat bersama langkah-langkah taktis yang dapat diambil untuk percepatan penyelesaian soal dan komunikasi kepihak KLH di Jakarta. Selain diskusi tentang pekerjaan jalan yang sempat terhenti, pada kesempatan ini Bupati Matim dan pihak KSDA juga mendiskusikan peluang-peluang pemanfaatan kawasan Danau Rana Mese untuk pariwisata oleh masyarkat.

Beberapa hal yang menjadi bahan diskusi antara lain adalah rencana pengembangan kawasan TWA Ranamese, terutama tentang penyediaan beberapa fasilitas pendukung pariwisata, pemanfaatan rest area, camping area, wisata edukasi dan jika dimungkinkan,akan dibangun penginapan.

Berdasarkan keterangan dari Kabag Prokopim Matim, Jefrin Haryant, dalam waktu yang tidak lama lagi, Pemkab Matim dan pihak KSDA akan bicara pada syarat-syarat administratif.

“Matim sedang sangat serius dengan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Masyarakat Manggarai Timur harus mendapat manfaat dari kekayaan alamnya, tidak hanya jadi penonton. Masyarakat di sekitar kawasan pariwisata harus jadi pelaku utama. Bupati dan Wakil Bupati sedang melakukan diskusi-diskusi awal dengan pihak KSDA terkait kemungkinan pengelolahan kawasan wisata Danau Rana Mese oleh masyarakat Manggarai Timur. Diskusinya sangat positif dan saat ini akan mulai dilevel diskusi teknis oleh pihak Dinas Pariwisata dan Dinas PUPR bersama pihak KSDA,” tegasnya.(*/Matim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed