by

Cegah ASF, DPRD Nagekeo Minta Pemda Perketat Penjagaan di Perbatasan

ASR
Mbay, Aksara Nusa

DPRD Kabupaten Nagekeo meminta Pemda Nagekeo untuk segera mengambil langkah antisipatif dalam upaya mencegah penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak babi di Kabupaten Nagekeo. Hal tersebut disampaikan Pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea kepada Aksara Nusa, Senin, 6 Juli 2020.

“Kami harapkan agar Pemda Nagekeo segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran penyakit ASF di Nagekeo. Segera perketat posko-posko perbatasan untuk mencegah masuknya ternak babi, daging babi dan produk olahannya, dari daerah lain,” katanya.

Baca juga : DPRD Nagekeo Siap Dukungan Program Inovatif Kelurahan

Kris Dua menyatakan bahwa DPRD Nagekeo menerima banyak aspirasi masyarakat selama masa uji petik Pansus LKPJ.”Masyarakat saat ini sedang sangat cemas karena penyebaran ASF telah sampai di Kabupaten Sikka. Karena itu, kami harapkan agar Pemda bertindak cepat. Sebab sebelumnya, masyarakat telah mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi covid yang berakibat pada penutupan pasar. Jangan sampai setelah pasar dibuka dan kita memasuki masa new normal, ekonomi masyarakat kembali terguncang akibat penyakit ASF,” jelasnya.

Selain memperketat penjagaan di posko-posko perbatasan, Kris Dua juga berharap agar Pemda Nagekeo melalui Dinas Peternakan dapat melakukan sosialisasi pencegahan penyakit ASF, langsung kepada masyarakat.”Perlu ada edukasi langsung ke masyarakat agar masyarakat paham cara-cara mencegah penyebaran ASF. Dengan demikian, masyarakat tidak cemas dan dapat mengambil langkah yang tepat,” harapanya.

Menanggapi permintaan tersebut, Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo Apolinarius Meo Una menyatakan bahwa pihaknya telah memperketat penjagaan di posko-posko perbatasan.

ASF Nagekeo
Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo Apolinarius Meo Una

“Telah sejak minggu lalu, kami memperketat penjagaan di posko-posko perbatasan, terutama pada wilayah bagian timur, yaitu pada wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah yang telah terjangkit. Kami jaga ketat di Kecamatan Nangaroro dan Kecamatan Wolowae. Untuk wilayah lain, telah ada posko penjagaan dan akan kami perketat pula pengawasannya,” jelasnya.

Apolinarius menyatakan bahwa pihaknya menggandeng aparat keamanan untuk turut mengawasi lalu lintas ternak di posko-posko perbatasan.”Petugas penjaga posko berasal dari Dinas Peternakan, pegawai kecamatan, tentara dan polisi. Kami berharap dengan terlibatnya semua sektor, pengawasan akan lebih ketat dan masyarakat akan lebih tertib,” ungkapnya.

Yang menarik : Bupati Nagekeo Ingatkan Penjabat Kades Tidak Terima Amplop

Apolinarius menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ASF. ” Kami selama ini melakukan pengumuman keliling, kami juga sebarkan leaflet tentang SOP pencegahan ASF sehingga masyarakat dapat menjaga bio-security di kandang masing-masing,” paparnya.

Dinas Peternakan Nagekeo
Penjagaan di posko perbatasan melibatkan TNI-POLRI

Apolinarius menghimbau masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk menjaga kualitas nutrisi pada pakan ternak, memberikan vitamin tambahan, menjaga kebersihan kandang dan menyemprotkan cairan disinfektan di sekitar kandang, untuk mencegah ternak babi tertular penyakit ASF.

Jangan lewatkan : ATR Ikhlaskan GUD Memilih Jalan Sendiri

“Jika ada ternak babi yang sakit atau mati, masyarakat harus segera menghubungi Dinas Peternakan. Dan jika ada tenak babi yang mati, jangan dikonsumsi apalagi dijual. Sebaiknya bangkai dikubur setelah sebelumnya dilakukan observasi oleh Dinas Peternakan,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed