by

DPRD Nagekeo Harapkan Pemda Siapkan Strategi Pembelajan yang Responsif GEDSI

DPRD Kabupaten Nagekeo melalui Komisi III, mengharapkan agar Pemda Nagekeo menyiapkan strategi khusus pembelajaran yang responsif Gender Equality,  Disability and Social Inclusion (GEDSI), terutama di masa pandemi. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nagekeo Antonius Moti, dalam kegiatan pembahasan revisi RPJMD Kabupaten Nagekeo Tahun 2018-2023 bidang Pendidikan, yang berlangsung secara daring, Kamis (4/02/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dampingan Mitra Kerja Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk Bidang Pendidikan, INOVASI dan dihadiri  Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Nagekeo Drs. Tiba Aloysius, Plt. Kepala Bappelitbangda Kabupaten Nagekeo Kasmirus Dhoy, Advisor INOVASI Jakarta Ingga Danta Vistara dan Basilius Bengoteku , Team Gedsi INOVASI Jakarta,  Provincial Education Policy Specialist INOVASI NTT Mus Mualim, sejumlah anggota tim INOVASI, perwakilan pengawas sekolah serta sejumlah ASN pada Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Anton Moti menyatakan bahwa sehubungan dengan masa pandemi yang belum berakhir, Pemda Nagekeo, dalam revisi RPJMD Tahun 2018-2023, wajib menyiapkan strategi pembelajaran yang responsif terhadap berbagai kondisi anak. “Kami harapkan agar Pemda menyiapkan strategi pembelajaran yang responsif dan ramah GEDSI.  Artinya, strategi yang disiapkan harus memperhatikan kondisi masing-masing anak. Semua anak berhak tetap belajar, karenanya sistem pembelajaran yang diterapkan dalam masa pandemi, tidak boleh memberatkan, menyusahkan atau merugikan anak tertentu maupun sekelompok anak ” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nagekeo Antonius Moti

Anton menguraikan bahwa strategi pembelajaran harus mempertimbangkan semua aspek, termasuk untuk anak berkebutuhan khusus. ” Perlu direncanakan dengan baik, apakah sistem pembelajaran di masa pandemi dapat dikases oleh anak di desa atau di wilayah terisolir, apakah sesuai untuk anak berkebutuhan khusus, apakah responsif terhadap kesetaraan anak perempuan dan laki-laki dan lain sebagainya,” tegasnya.

Hal yang sama sebelumnya disampaikan oleh Team Gender Equality,  Disability and Social Inclusion (GEDSI) INOVASI Jakarta, Ita. Ita menyampaikan bahwa rencana-rencana pembangunan pendidikan di Nagekeo harus memperhatikan isu kesetaraan gender, anak berkebutuhan khusus dan inklusi sosial.” Perencanaan sistem pembelajaran di masa pandemi tidak boleh mengabaikan kesetaraan antara anak laki-laki dan perempuan, anak berkebutuhan khusus, serta inklusi sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut, yang perlu disiapkan tidak saja kemampuan dan kualitas guru , tetapi juga materi belajarnya, yang harus responsif gender dan responsif terhadap anak berkebutuhan khusus” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Drs. Tiba Aloysisus menyatakan bahwa harapan DPRD Nagekeo maupun mitra INOVASI tersebut sudah ada dalam materi revisi RPJMD yang diusulkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki harapan dan pandangan yang selaras dengan INOVASI. Namun hal-hal yang diusulkan dari dinas dan INOVASI, masih harus melalui tahap idenfikasi oleh Bappelitbangda, sesuai dengan regulasi yang ada. Dan pada Bulan Maret mendatang, akan dilakukan finalisasi bersama Mitra Pendidikan, INOVASI, yang selama ini telah berperan sangat baik, serta memberikan pandangan dan masukan berharga, demi mendukung dan memajukan kualitas bidang pendidikan di Nagekeo. Harapan kita, hal-hal yang kita usulkan, dapat terwujud,” katanya singkat.(RR/AI)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed