by

Fakta -fakta Penemuan Mayat di Kolam Air Panas Marapokot

Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH, Sabtu(06/03/2021) menjelaskan kronologi dan fakta penemuan mayat seorang pria di kolam Air Panas Marapokot, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo.

“Pada Hari Sabtu tanggal 6 Maret 2021, pukul 14.30 WITA, setelah menerima laporan warga tentang penemuan mayat, kami mendatangi TKP, memasang police line dan melakukan Olah TKP. Unit Identifikasi Polres Nagekeo melakukan Olah TKP penemuan mayat, dipimpin oleh Kepala SPKT I atas nama Muhamad Rodja bersama anggota piket di Kolam Air Panas Marapokot Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo,” katanya.

Iptu Mahdi Dejan Ibrahim menyatakan bahwa korban bernama Martinus Hatatu, berusia 59 tahun, pekerjaan pensiunan PNS, beralamat di Alorongga Kelurahan Mbay I Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo.

Iptu Mahdi Dejan Ibrahim menyatakan bahwa setelah melakukan Olah TKP, pihaknya menemukan bahwa korban  tergeletak di dalam air dengan muka menghadap ke atas pada kedalaman kurang lebih 20 cm.

“Korban menggunakan sandal jepit berwarna hijau. Sementara baju kaos leher bundar berwarna abu- abu dan celana pendek kain berwarna hijau tua tergantung di atas pohon bakau yang terletak tidak jauh dari korban, yaitu kurang lebih 1,20 cm. Di dalam celana pendek korban terdapat HP bermerk Sony dan kunci motor merk Supra X.Terdapat lebam mayat dan kaku mayat di seluruh tubuh korban karena terendam air panas,” jelasnya.
Sementara motor korban bermerk Supra X warna merah hitam terparkir di pinggir Jalan Trans Marapokot.

Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH

Iptu Mahdi Dejan menjelaskan bahwa pihaknya telah mewancarai dua orang saksi yaitu YA dan HA.

“Saksi YA menyatakan bahwa terakhir kali saksi bersama korban pada hari Sabtu, 06 Maret 2021 pada pukul 08.30 Wita di rumah korban. Pada saat itu, korban sedang duduk di kursi di depan rumah, sebelum saksi pergi ke kantor. Dan pada saat itu, yang ada dalam rumah saat itu hanya korban sendiri.
Menurut saksi YA, korban dulu sering lupa ingatan, namun sekitar 4 bulan terakhir, keadaan korban sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Sementara saksi HA, menurut Iptu Mahdi Dejan menyatakan bahwa sekitar pukul 14.00 Wita, saksi HA yang adalah seorang tukang ojek mengantar penumpang ke Desa Naghadero.

“Dalam perjalanan pulang, HA ingin kencing kemudian HA memberhentikan motor di pinggir jalan di dekat air panas Marapokot. HA kemudian turun dari motor dan masuk ke dalam tempat air panas untuk kencing. Kemudian HA melihat ada orang yang tidak sadarkan diri berada di tempat permandian air panas. HA langsung pergi ke motor dan langsung jalan.Dalam perjalanan, HA bertemu temannya yang bernama Petrus Fuabetu dan HA menceritakan bahwa “Saya ada lihat orang mati”, kemudian keduanya langsung pergi ke permandian air panas, lalu langsung menghubungi polisi,” tutupnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed