by

Kajari Lembata: Mohon Beri Kami Waktu untuk Pelajari Sejumlah Kasus!

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) Azrijal, S.H, M.H, Rabu (28/07) menegaskan bahwa kedatangannya di Kabupaten Lembata adalah untuk menunaikan tugas negara. Tugas tersebut adalah bersama Pemkab Lembata bergerak dalam visi dan misi pembangunan, terutama yang berhubungan dengan kondisi terkini terkait masalah covid-19.

Terhadap sejumlah kasus, Kajari Azrijal, S.H, M.H, meminta diberikan waktu dan kesempatan untuk mendalami dan mempelajarinya. Hal tersebut dikatakan Kajari Lembata bertempat di Bandar Udara Wunopito, Lewoleba, Lembata. Dalam kesempatan tersebut, Kajari Lembata juga menyampaikan komitmennya untuk membangun sinegritas dan komunikasi dengan Forkomoinda, sehingga kehadirannya dapat bermanfaat.

Pada hari pertama kehadirannya di tanah Lepan Batan, Kajari Lembata Azrijal, S.H, M.H memberikan apresiasi terhadap keramahan warga Lembata. Dirinya mengaku kaget dan tidak menyangka karena dirinya disambut secara protokoler pemerintahan.

Kajari Lembata disambut sejumlah elemen penting Pemerintahan Kabupaten Lembata, di antaranya Plt. Bupati Lembata Thomas Ola, Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten, Kepala Bank NTT Cabang Lembata Ruben Ludji serta unsur pejabat pemerintah lainnya.

“Masyarakat di sini sangat ramah, baik-baik. Dan kami tidak mengira kalau ada penyambutan dari Forkompimda. Terima kasih atas penyambutannya kepada kami sebagai warga Lembata. Terhadap kasus, kami mohon diberi waktu, tentu kami akan mempelajari,” tegas Kajari Azrijal, S.H, M.H.

PLT bupati Lembata Thomas Ola mengatakan bahwa Kabupaten Lembata berbangga karena mendapat tambahan satu keluarga lagi setelah yang lama pergi. Terutama karena kehadiran Kajari merupakan unsur penting Forkompinda yang merupakan salah satu sayap di pemerintahan.

“Sebagai salah satu ornamen penting dalam unsur Forkopimda, saya harap Pak Kajari bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik,” kata Thomas Ola.

Menurut Thomas Ola, semua persoalan bisa ddiselesaikan secara bijak dengan tetap memperhatikan instrumen hukum dan konstitusi. Selama ada koordinasi, komunikasi dan interaksi yang terjalin secara baik.

“Kami akan bersatu-Taan Tou untuk mengemban dan meramu amanah dari berbagai aspek untuk memajukan Lewoleba, Lembata,” tandasnya.(*/PKLembata)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed