by

Kasus Penganiayaan Kepsek, DPRD Nagekeo akan Lakukan Rapat Kerja

DPRD Kabupaten Nagekeo akan segera menggelar rapat kerja untuk membahas peristiwa penganiayaan oleh orang tua wali terhadap Kepala Sekolah Dasar Pauduri Desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro, yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada Selasa, (8/6).

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F.Ajo Bupu didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea, dalam konferensi pers yang digelar di kantor DPRD Nagekeo, Rabu, (9/7).

Konferensi pers dilaksanakan pasca DPRD menerima pernyataan sikap PGRI Kabupaten Nagekeo yang salah satu poinnya adalah memohon kehadiran negara melalui Pemerintah Nagekeo, DPRD Nagekeo, Aparat Penegak Hukum, Tokoh Mayarakat , Tokoh Agama dan Tokoh Adat untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para guru dan tenaga kependidikan.  

Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F.Ajo Bupu didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Kristianus Dua Wea

Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Marselinus F. Ajo Bupu menyatakan bahwa atas nama seluruh masyarakat, DPRD Kabupaten Nagekeo menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Kepala Sekolah SDI Ndora Delfiana Azi.

“Atas nama seluruh masyarakat, kami menyampaikan dukacita yang mendalam. Kami mengecam tindakan tersebut. Kekerasan, terlebih pembunuhan, tidak dapat dibenarkan. Kami akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah hal yang sama terulang, dan untuk mengetahui akar persoalan tersebut,” tegasnya.

Seli Ajo menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Nagekeo akan memanggil Dinas P&K, PGRI, yayasan pendidikan, sekolah dan juga komite sekolah pada Selasa (16/6) pekan depan, guna membahas persoalan tersebut.

“Semua yang terjadi pasti ada penyebabnya. Karena itu kami akan lakukan rapat kerja untuk mendiskusikan akar permasalahanya,” imbuh Seli Ajo.

Lanjut Seli, seharusnya persoalan tersebut tidak boleh terjadi, karena semua kebutuhan siswa di sekolah baik SPP maupun kebutuhan lainya sudah terakomodir dalam Dana BOS dan BOSDA dan juga sumber dana lainya.

“Yang sangat disayangkan masih adanya uang komite, padahal secara aturan hal tersebut tidak boleh terjadi. Tapi karena ada kebijakan dan sudah berjalan, silahkan saja.Tetapi jangan sampai uang komite menghambat hak siswa mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Politisi PDIP tersebut menyebut bahwa peristiwa tragis yang mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo tersebut menjadi pelajaran berharga, agar dapat dilakukan refleksi dan revisi pada sistem pendidikan di Nagekeo.

“Kejadian ini menjadi catatan untuk pemerintahan daerah, untuk segera melakukan langkah konkrit. Paling pertama mungkin kita minta di setiap sekolah harus ada penjaga keamanan,” sarannya.

Lebih luas, Seli menilai bahwa akar permasalahan sampai terjadinya peristiwa tersebut adalah pada uang komite yang sampai saat ini masih dibebankan kepada orang tua.

“Mengapa harus ada uang komite? Salah satu sebabnya adalah jumlah guru honorer, yang karena kebijakan Bupati memberhentikan THL, maka sebagian dari guru non ASN tersebut tidak lagi dibiayai APBD. Ini dampak ikutannya. Ini efek dari kebijakan Bupati, akhirnya sebagian guru honor di sekolah-sekolah harus dibiayai oleh komite bukan APBD II,” tukasnya.

Wakil Ketua II DPRD Nagekeo Kristianus Dua Wea dalamkesempatan yang sama menyatakan bahwa terlepas
dari carut marutnya lembaga pendidikan di Kabupaten Nagekeo, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan Kepala SDI Pauduri Ndora meninggal dunia harus dihukum sesuai hukum yang berlaku.

“Bahwa ada carut marut pendidikan kita itu benar.. Tetapi tidak harus dijawab dengan tindakan kekerasan luar biasa yang menyebabkan orang harus meninggal,” tegasnya.

Kris Dua menyebutkan bahwa peristiwa akan menjadi titik awal bagi DPRD Nagekeo untuk bersama pemerintah melakukan perenungan yang mendalam berkaitan dengan dunia pendidikan.

“Kami akan menelusuri akar permasalahan ini.Hal tersebut tidak tidak gampang, karena itu akami bersepakat untuk mengundang semua pihak yang berkompeten untuk berdiskusi, mencati akar permasalahan dan menemukan solusi bersama,” tandasnya.(**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed