by

Masuk 5 Besar SAN MetroTV, Ampera Nasyid Minta Dukungan Masyarakat

Penulis : Risa Roga
Mbay, Aksara Nusa

Grup Ampera Nasyid dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nagekeo, berhasil lolos ke Putaran 5 Besar dalam Lomba Syiar Anak Negeri (SAN) 2020 yang diselenggarakan oleh Kemenag RI, bekerja sama dengan Metro TV.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MAN Nagekeo, Abdurahman Karengga, S.Pd. “Pada babak eliminasi lomba SAN 2020 menuju 5 besar yang ditayangkan MetroTV, Minggu 30 Agustus 2020, Grup Ampera Nasyid MAN Nagekeo berhasil lolos ke babak 5 besar. SAN tahun ini diikuti oleh 193 peserta dari Madrasah Aliyah seluruh Indonesia, jadi prestasi ini sangat membanggakan kami,” katanya.

Syiar Anak Negeri
Kepala MAN Nagekeo, Abdurahman Karengga, S.Pd bersama Grup Ampera Nasyid

Abdurahman melanjutkan bahwa saat ini, Grup Ampera Nasyid MAN Nagekeo sedang mempersiapkan diri menuju babak 4 besar. “Saat ini, kami sedang mempersiapkan materi untuk video berikutnya yang akan dinilai pada tanggal 5 September 2020. Untuk babak 4 besar, temanya adalah Sikap dalam Menghadapi Wabah (Musibah). Untuk tema ini, pengambilan gambar kami lakukan dengan latar belakang areal persawahan Mbay. Ampera Nasyid akan tetap konsisten menggunakan busana muslim dengan sentuhan budaya Nagekeo, kali ini kami menggunakan selendang Boawae,” jelasnya.

Abdurahman meminta dukungan dan doa dari segenap masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk kesuksesan Grup Ampera Nasyid MAN Nagekeo.”Kami meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo, agar MAN Nagekeo dapat mengharumkan nama Kabupaten Nagekeo melalui ajang SAN ini.” harapnya.

MAN Nagekeo
Kepala sekolah bersama para guru MAN Nagekeo, saat melakukan rapat persiapan untuk Lomba SAN 2020

Sementara itu, Wakasek Humas MAN Nagekeo Hasbil Rena, S.Pd menjelaskan bahwa Syiar Anak Negeri (SAN) merupakan kegiatan nasional kerjasama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan MetroTV, yang melombakan perpaduan antara ceramah/pidato, tilawah atau mengaji dan nasyid diiringi musik akapela (beatbox).

“SAN diikuti oleh Madrasah Aliyah (sekolah setingkat SMA) se-Indonesia, dan telah dilaksanakan sejak tahun 2018 untuk menyemarakkan bulan ramadhan. Karena pandemi covid-19, pada tahun 2020 format lomba Syiar Anak Negeri mengalami perubahan. Setiap madrasah peserta mengirimkan video penampilan, kemudian dewan juri akan melakukan penilaian secara virtual,” jelasnya.

Mbay
Studio MAN Nagekeo

Hasbil menyatakan bahwa dalam mempersiapkan Grup Ampera Nasyid mengikuti SAN 2020, MAN Nagekeo mengalami beberapa kendala.”Kendala yang paling sering kami dihadapi adalah lampu padam, signal telepon dan internet yang lelet bahkan hilang dan hal-hal teknis seperti mesin genset yang macet, serta adanya pandemi covid sehingga dalam setiap persiapan, semua crew harus selalu memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadi permasalahan, lanjut Hasbil, adalah karena perubahan format lomba, maka segala biaya menjadi tanggungan madrasah.”Busana peserta setiap kali tampil harus berbeda, lokasi syuting harus berpindah sebab setiap video wajib berlatarbelakang destinasi wisata, akomodasi, transportasi dan lain lain, semuanya menjadi tanggung jawab MAN Nagekeo,” paparnya.

Kabupaten Nagekeo
Salah satu sudut studio milik MAN Nagekeo

Meskipun menemui berbagai kendala, Hasbil menegaskan bahwa dengan bermodalkan kebersamaan, keluarga besar MAN NAGEKEO berusaha untuk terus berjuang sampai mendapat hasil terbaik. “Mohon doa dan dukungan kita semua, semoga Group Ampera Nasyid MAN NAGEKEO dapat lolos dan sukses mencapai puncak dalam kompetisi Syiar Anak Aegeri Tahun 2020,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

News Feed