by

Menikmati Panorama Senja Labuan Bajo dari Puncak Waringin

Penataan kawasan Puncak Waringin Labuan Bajo oleh Pemerintah Pusat di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) telah dimulai sejak tahun 2019 lalu. Puncak Waringin, saat ini menjadi ruang terbuka yang sangat nyaman dan aman untuk menikmati panorama keindahan Kota Labuan Bajo, terutama saat senja tiba.

Puncak Waringin terletak di tengah Kota Labuan Bajo. Puncak Waringin dapat ditempuh dalam 10-15 menit perjalanan menggunakan mobil atau motor dari Bandara Komodo dan dari Pelabuhan Laut. Di sekitar kawasan tersebut, terdapat hotel dan restaurant yang memudahkan para wisatawan yang menginap di hotel terdekat, untuk berjalan kaki jika ingin ke Puncak Waringin.

Puncak Waringin berada pada ketinggian 45-54 meter di atas permukaan laut. Kawasan yang baru saja selesai ditata tersebut menjadi satu dari 30 destinasi dan desa wisata yang ada di Flores, Lembata, Alor, Bima (Floratama) yang masuk ke dalam travel map Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Area terbaik di Puncak Waringin adalah Gardu Pandang yang selalu ramai ketika sore hari menjelang malam. Tempat ini merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat pemandangan matahari terbenam. Dari titik ini, lanskap Kota Labuan Bajo terlihat sangat menakjubkan.

Sepanjang area Gardu Pandang dipasangi pagar pembatas, untuk melindungi dan memberikan rasa aman kepada pengunjung. Tersedia pula tempat duduk untuk bersantai dan beristirahat yang diletakkan di bagian tengah. Pada sisi depan yang berbatasan langsung dengan jalan raya, ditanam pohon palem secara berjarak, diselingi dengan tiang lampu jalan, dengan bentuk yang sangat artistik.

Pelabuhan laut dan segala aktivitasnya tampak jelas dari tempat ini. Sejauh mata memandang, kapal-kapal bersandar dan berlabuh di sekitar dermaga, pulau-pulau dengan topografi perbukitan menjulang di bawah langit biru yang cerah. Pemandangan tersebut sungguh memanjakan mata. Pada bagian depannya terdapat pemukiman warga yang mendiami wilayah pesisir. Hamparan pepohonan hijau seolah menjadi bingkai pandang pada sisi kiri dan kanan.

Bersebelahan dengan area gardu pandang Puncak Waringin, terdapat sebuah bangunan utama dengan arsitektur bergaya rumah adat Manggarai. Bangunan dengan atap berbentuk kerucut tersebut juga dilengkapi dengan viewing deck untuk melihat pemandangan. Kawasan ini ditata sedemikian rupa dengan penambahan beberapa bangunan, termasuk juga toilet, musholla, pos jaga dan ruang genset. Untuk area luarnya, disediakan taman, amphiteater, area parkir dan jalan setapak.

Rencananya, bangunan tersebut akan difungsikan sebagai sebuah kawasan yang menjadi wadah para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Labuan Bajo. Creative Hub ini akan menjadi pusat cinderamata, sentra tenun ikat, lounge, pusat souvenir, dan lain sebagainya. Puncak Waringin menjadi ruang publik untuk wisatawan bisa menikmati Labuan Bajo sepanjang hari.

Eka, salah seorang warga Labuan Bajo yang dijumpai ketika sedang asyik mengabadikan moment matahari terbenam dari ponselnya, menjelaskan bahwa sebelum kawasan ini ditata, Puncak Waringin sejatinya memang sudah menjadi destinasi favorit wisatawan sejak dulu untuk menikmati keindahan sunset Labuan Bajo.

“Sudah sejak dulu tempat ini memang sering dikunjungi, tidak hanya wisatawan tetapi kita juga yang warga kota. Namun saat itu kondisinya agak berbahaya. Kita berdiri tepat di pinggir jalan dan langsung berhadapan dengan besi pembatas jalan. Kadang juga tempat ini longsor. Belum lagi kendaraan yang melintas cukup kencang,” ungkapnya.

Berbeda dengan saat ini, menurutnya Puncak Waringin sudah sangat baik dan aman sehingga pengunjung bisa lebih nyaman untuk beraktivitas. Eka berpesan agar masyarakat sekitar dan pengunjung selalu menjaga kebersihan dan merawat tempat tersebut bersama-sama.

“Sekarang kalau pagi-pagi, kita bisa lihat orang habis jogging atau main sepeda, hampir sering mereka berakhir di tempat ini sebelum pulang ke rumah. Singgah beristirahat sambil lihat pemandangan. Biasa juga anak-anak muda main skateboard di situ karena areanya panjang dan lebih lebar. Maka dari itu, kita semua harus selalu menjaga kebersihan tempat ini dan bersama-sama merawatnya agar bisa juga dinikmati secara bersama,” ujarnya.(*/MCCMabar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed