by

Misi Kemanusian Jadi Prioritas Tana Nua dan Posko Covid-19 KAE

Penulis: Gissele
Ende, Aksara Nusa

Yayasan Tana Nua Flores bersama Posko Keuskupan Agung Ende (KAE) Tanggap Covid-19 terus bekerja membantu sesama dalam badai corona yang  memporakporandakan tatanan kehidupan. Banyak bantuan baik berupa Alat Pelindung Diri (APD) maupun pangan telah disalurkan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19 dan meringankan beban ekonomi masyarakat. Aksi ini berangkat dari nurani untuk sebuah misi kemanusiaan,  karena wabah covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. 

Manajer Office Yayasan Tana Nua Flores Hironimus Pala, Sabtu (12/9/2020) mengatakan bahwa dalam misi kemanusiaan tersebut, Yayasan Tana Nua Flores mendapatkan dukungan dari Misereor, Komisi Wali Gereja  Katolik di Jerman, untuk memberikan bantuan  kepada masyarakat. Hiro Pala menyatakan bahwa untuk menyerahkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan pangan tersebut, Tanah Nua Flores menggandeng Posko KAE Tanggap Covid-19, untuk  menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat di 25 desa. 

Keuskuoan Agung Ende
TIM dari Yayasan Tana Nua Flores bersama Posko Keuskupan Agung Ende (KAE) Tanggap Covid-19 memberikan bantuan kepada masyarakat

Hiro Pala menjelaskan bahwa bantuan tersebut diserahkan oleh Tana Nua untuk 25 desa dampingan serta warga di sekitar kantor dan fasiltas kesehatan. Sementara sebagian bantuan lainnya diserahkan kepada Posko KAE Tanggap Covid-19, untuk didistribusikan kepada masyarakat lainnya.

“Meskipun bantuan ini berasal dari Gereja Katolik,  namun disalurkan kepada masyarakat tanpa mengenal suku, agama dan golongan. Bantuan ini diberikan lintas suku, agama dan golongan karena untuk kemanusian. Program ini dilaksanan selama lima bulan dan Tana  Nua Flores adalah lembaga pertama yang menyalurkan bantuan tersebut kepada  masyarakat,” ujarnya. 

Yayasan Tana Nua Flores
Tim dari Yayasan Tana Nua Flores saat memakaikan masker kepada seorang anak

Menurut Hiro Pala, saat ini program penyaluran  bantuan tersebut telah berakhir, tetapi Tana Nua Flores masih membuka diri untuk berkolaborasi dengan lembaga manapun demi kerja kemanusian. ” Dalam situasi pandemi covid-19 ini, semua pihak dituntut untuk memberikan perhatian dan kepedulian dalam melakukan pencegahan bersama dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Hiro Pala mengungkapkan bahwa dalam program yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan tersebut, Tana Nua Flores yang berkolaborasi dengan Posko KAE Tanggap Covid-19, telah menyalurkan bantuan  berupa 4.000 ember, 4.000 sabun, 15.000 masker, 1.000 handsanitizer, 50 kaus tangan dan 50 buah APD. Selain itu, Tana Nua Flores juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ton beras. Seluruh bantuan tersebut tidak dititipkan kepada pihak tertentu, tetapi diserahkan langsung kepada masyarakat. 

Ketua Posko KAE Tanggap Covid-19, Rd. Reginald Piperno, Pr mengatakan  bahwa kesan yang didapatkan oleh timnya saat menyalurkan bantuan adalah bahwa masyarakat sangat merindukan sentuhan pelayanan seperti bantuan tersebut. Selain itu, beberapa desa yang memiliki medan  yang berat menjadi tantangan bagi tim saat mendistribusikan bantuan. Namun tim tetap menjalankan misi tersebut demi kemanusian. 

Ende
Medan berat yang dilalui Yayasan Tana Nua Flores bersama Posko Keuskupan Agung Ende (KAE) Tanggap Covid-19

“Sesungguhnya banyak desa di daerah ini yang belum merdeka dari kebutuhan akan infrastruktur dasar. Medan yang sulit jadi tantangan tersendiri bagi  kami saat melakukan kerja kemanusian ini,” kata Rd Perno.

Rd Perno juga mengatakan  bahwa selain mendistribusikan bantuan, pihaknya juga melakukan sosialiasi dan edukasi tentang covid-19 kepada  masyarakat di desa. Rd Perno menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat di desa belum memahami tentang covid-19 dan cara untuk  melakukan pencegahan.

Kabupaten Ende
Masyarakat menunjukan ember bantuan dari Yayasan Tana Nua Flores

“Terima kasih Tana Nua Flores yang telah bergabung  dan bekerja untuk misi kemanusiaan ini. Program ini boleh berakhir, tetapi misi kemanusiaan yang menembus sekat agama, suku dan golongan, tetap dilaksanakan demi kemanusiaan, karena kita tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed