by

Pedagang Pilih Berjualan di Emperan, Lapak Pasar Mbongawani Terancam Mubazir

Penulis : Gissele
Ende, Aksara Nusa

Sejumlah lapak dan kios di Pasar Mbongawani Kabupaten Ende, yang dibangun oleh Pemda Ende pada tahun 2019 lalu, dengan menggunakan anggaran hingga miliaran rupiah, kini terancam mubazir karena tak kunjung digunakan oleh pedagang.

Berdasarkan pantauan media ini, Senin (25/8/2020)n sejumlah lapak baru tersebut tampak sepi dan kosong. Sebagian besar pedagang memilih berjualan di emperan bangunan pasar, dan tidak menempati lapak yang sudah disiapkan dan dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten Ende tersebut.

Yusuf Umar, salah seorang pedagang di Pasar Mbongawani menyatakan bahwa dirinya memilih untuk tidak menempati lapak yang telah disiapkan karena lapak-lapak tersebut jarang dikunjungi oleh pembeli, sehingga berdampak pada penghasilannya. Yusuf mengaku bahwa jika dirinya bertahan untuk berjualan pada lapak-lapak tersebut, maka pendapatnya hanya akan berkisar pada Rp 20.000 per hari.

Pasar Mbongawani
Sejumlah pedagang berjualan di emperan bangunan baru Pasar Mbongawani

“Lapak dalam pasar itu jarang dikunjungi oleh pembeli, makanya kami berjualan di emperan sini. Coba nanti wartawan lihat sendiri,” katanya.

Yusuf menjelaskan bahwa alasan lapak-lapak dalam pasar sepi pengujung adalah karena masih terdapat sebagian pedagang yang berjualan di bahu jalan dan emperan gedung.

“Para pedagang meminta agar seluruh pedagang diarahkan masuk ke pasar agar lapak- lapak dan kios ini bisa di manfaatkan. Tetapi jika hanya sebagian yang berjualan di lapak, sementara sebagian tetap berjualan di emperan dan bahu jalan, tentu yang di lapak akan sepi. Pengunjung akan lebih memilih membeli dari pedagang yang lebih dekat,yaitu yang berjualan di emperan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende Subhan Wanda, saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa lapak dan kios yang ada di bangunan baru pasar tersebut sudah dibagikan kepada pedagang, sejak bangunan tersebut mulai difungsikan.

“Lapak dan semua kios di lantai 1 dan 2 tersebut sudah dibagikan kepada pedagang. Tetapi kondisinya, hingga hari  ini, lapak-lapak tersebut belum ditempati,” katanya.

Kabupaten Ende
Emperan Pasar Mbongawani dipenuhi oleh para pedagang

Subhan melanjutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ende akan turun lapangan mencari strategi agar lapak-lapak tersebut dapat ditempati oleh para pedagang. Subhan menegaskan bahwa jika pedagang tidak menempati lapak yang sudah disiapkan dan dibagikan, maka Pemerintah Kabupaten Ende akan menarik lapak tersebut dan membagikan kepada orang lain. 

“Kita akan turun lagi ke lapangan dan mencari strategi agar mereka bisa menempati lapak-lapak tersebut. Dan jika pedagang tidak mau tempati lapak yang telah dibagikan, maka lapak  akan kita tarik dan berikan kepada orang lain,” tegasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed