by

Pemilik Usaha di Mbay Harapkan Razia PPKM Dilakukan Secara Adil

Pemilik usaha Conter Penjualan HP Exel Phone Alexius Wani di Mbay, Kabupaten Nagekeo mengharapkan agar razia PPKM yang dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-POLRI bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nagekeo dilakukan secara adil.

Hal tersebut diungkapkan Alex, pasca penertiban PPKM dilakukan di Counter Penjualan HP miliknya, Jumat (16/7).

Alex menilai penertiban PPKM di tempat usahanya terkesan tidak adil, sebab menurutnya, terdapat banyak tempat usahanya lainnya, seperti warung makan yang masih beroperasi meski telah lewat pukul 17.00.

Padahal, dalam Surat Edaran Bupati Nagekeo No 400/Kesra/NGK/359/07/2020 Tentang PPKM Mikro dan Optimalisasi Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tempat usaha termasuk warung seharusnya pukul 17:00 sudah ditutup.

Karena itu, Alex menilai razia yang dilakukan petugas terkesan pilih kasih dan tidak adil.

“Saya taat aturan tapi kesannya tidak adil tuh. Sesuai surat edaran Bupati Nagekeo, warung harusnya tutup pukul 17.00, tetapi selama ini mereka tidak pernah tutup paksa warung yang buka sampai pukul 18:00,” tuturnya.

Alex memyatakan bahwa dirinya siap menutup tempat usahanya pada jam 8 malam. “Saya siap tutup jam 8 malam, tapi kenapa warung jam 5 tidak ditutup sesuai dengan surat edaran Bupati? Dan tim gabungan tidak pernah menutup paksa warung yang buka sampai jam 7 atau bahkan jam 7 lewat. Selain itu, tidak ada kerumunan di tempat usaha saya. Kami pun menerapkan prokes dengan menyiapkan air cuci tangan dan mewajibkan pemakaian masker,” ujarnya.

Alexius juga menyayangkan menyayangkan tindakan anggota Pol PP yang terkesan tidak humanis dalam menegakkan aturan. Pasalnya ketika dirinya m Bupati Nagekeo, Sat-Pol PP tidak memberikan penjelasan secara baik.

“Tadi saya ada sempat rekam mereka yang datang, sempat saya tanyakan berkaitan dengan surat edaran itu, karena masih ada tempat usaha seperti warung yang melanggar surat edaran itu, tapi malah petugasnya marah-marah suruh jangan ambil video. Mereka tidak tau jelaskan, hanya itu Pol PP bilang pokoknya tutup, saya tanya mengenai surat edaran bupati itu, mereka yang Pol PP tidak jawab. Sebagai warga saya berhak menanyakan itu dan butuh penjelasan,” tegasnya.

Kepala Dinas Sat Pol-PP Kabupaten Nagekeo Muhayan Amir menyatakan bahwa SatPol PP hanya menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami tidak lagi mencedrai siapa-siapa,kami hanya menegakan aturan demi keselamatan dia dan kita. Biarkan dia marah, ini demi keselamatan kita semua,”tegasnya

“Saya berharap ikuti saja aturannya, kami hanya melaksanakan perintah negara untuk melindungi masyarakat. Prinsip saya, biar kalian tidur nyenyak, kami yang jaga kalian. Semoga masyarakat melihat kami yang bertugas bukan sebagai musuh,” harapnya. (ZZ)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed