by

Percepat Pembangunan Parekraf, BPOLBF Ajukan Kerjasama dengan Pemkab Manggarai

Dalam upaya mempercepat pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo-Flores (BPOLBF) mengajukan peluang kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai

Hal tersebut terungkap dalam rapat pembahasan peluang dan rencana kerja sama (MoU) antara BPOLBF dengan Pemkab Manggarai Selasa (13/4), bertempat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Jahang Fandi Aldus dan pimpinan perangkat daerah terkait. Hadir mewakili BPOLBF, Direktur Destinasi Pariwisata Konstant Nardinandus, Direktur Investasi dan Kelembagaan Nesya Amelia, dan Direktur Pemasaran Raisa Lestari Niloperbowo.

Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit

Bupati Hery, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil oleh BPOLBF.

“Ini menandai dimulainya pendampingan, kerjasama, antara BPOLBF dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai”, ungkapnya.

Pariwisata, lanjutnya, menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, melalui kerjasama tersebut, diharapkan usulan Pemkab Manggarai ke Pemerintah Pusat dalam upaya pengembangan pariwisata dapat cepat terealisasi.

Pada kesempatan itu, Bupati Hery menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas dalam rangka pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai antara lain pengembangan pariwisata Kampung Adat Wae Rebo serta pembuatan Master Plan pembangunan Pulau Mules dan Liang Bua.

“Saya secara pribadi mengusulkan agar ini bisa dilaksanakan tahun ini. Kita tidak bicara PAD saat ini, tapi kita fokus bicara pengembangan ekonomi masyarakat”, tuturnya.

Direktur Destinasi Pariwisata BPOLBF Konstant Nardinandus dalam kesempatan tersebut menyatakan harapannya agar kerjasama tersebut akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan durasi tinggal wisatawan di Kabupaten Manggarai.

“Dengan harapan besar bahwa wisatawan yang masuk ke Labuan Bajo itu kemudian akan masuk ke Kabupaten Manggarai, yang selama ini saya katakan length of stay mereka (di Manggarai) mungkin cuma sehari dua hari. Harapan kita ke depan, length of stay bisa bertambah,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Investasi dan Kelembagaan BPOLBF Nesya Amelia berharap melalui kerjasama yang melibatkan semua pihak tersebut, pengembangan SDM di bidang pariwisata, ragam pertunjukan budaya, industri wisata, pengembangan destinasi wisata baru serta penciptaan regulasi yang berpihak pada dunia pariwisata, dapat ditingkatkan dan pada akhirnya berkontribusi pada percepatan pembangunan.

“Kami bisa membantu untuk menjadi fasilitasi. Kami punya platform namanya Forum Floratama yaitu Flores, Lembata, Alor, Bima,” tandasnya. (*/PRManggarai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed