by

Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting, Pemda Matim Gelar Rembuk Stunting

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, NTT, melalui Dinas Kesehatan, Bapelitbangda dan beberapa Perangkat Daerah terkait menggelar kegiatan rembuk stunting Tingkat Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (15/09/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Hanura tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Timur Drs Jaghur Stefanus. Turut hadir, Kadis Kesehatan Matim dr. Surip Tintin, Kaban Bapelitbangda Matim Ngkeros Maksimus, Perwakilan LSM Wahana Visi Indonesia, para kepala puskesmas, para camat, para lurah, para kepala desa, para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Wabup Matim Drs. Jaghur Stefanus pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan rembuk stunting dilaksanakan untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting lintas sektor, antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa maupun nonpemerintah.

“Rembuk stunting yang dilaksanakan saat ini bertujuan untuk menetapkan rencana kerja bersama lintas sektor sebagai bentuk komitmen dalam percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur tahun 2022,” katanya.

Rancangan rencana kerja bersama tersebut disusun melalui tahapan kegiatan di antaranya memadukan hasil perencanaan partisipatif dari masyarakat yang dikemukakan pada saat musrenbang tingkat desa dan kecamatan pada tahun 2021 dengan rencana kerja pemerintah tahun 2022 serta mengevaluasi dan menganalisis situasi atas capaian kinerja penanganan stunting tahun-tahun sebelumnya.

Evaluasi tersebut, lanjut Wabup Jaghur, dilakukan untuk mengukur efektifitas dan efisiensi manajemen pelayanan, efektifitas dan efisiensi integrasi program dan kegiatan lintas sektor serta rasionalitas anggaran, penetapan dan capaian target.

“Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, diketahui bahwa secara umum trend prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur dari tahun ke tahun terus menurun,” ungkapnya

Dijelaskan Wabup Jaghur bahwa pada Agustus 2019 prevalensi stunting sebesar 18,70 persen. Pada Februari 2020 menurun menjadi 16,5 persen dan pada Februari 2021 menurun lagi menjadi 14,10 persen. Pada tahun 2022, penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Timur ditargetkan mencapai 13,50 persen, tahun 2023 ditargetkan 11,50 persen dan pada tahun 2024 ditargetkan 9,50 persen.

Penetapan target tersebut, lanjutnya, selaras dengan target nasional. Tahun 2024 prevalensi stunting tingkat nasional ditargetkan mencapai 14 persen. “Kita mesti mempunyai kontribusi untuk menurunkan prevalensi stunting tingkat nasional. Intervensi terpadu terhadap masalah stunting ini mesti terus kita lakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Wabup Stefanus menyatakan bahwa persebaran balita stunting di Manggarai Timur terdapat di semua desa dan kelurahan, tetapi jumlahnya berbeda-beda. Tahun 2022 penanganan lebih difokuskan pada 78 desa sambil tetap menangani desa-desa lainnya. (*/PKMatim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed