by

PGRI Nagekeo Minta Perlindungan terhadap Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan

Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Nagekeo (PGRI) meminta perlindungan terhadap profesi guru dan tenaga kependidikan. Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Nagekeo Winibaldus Soba, Rabu (9/6), dalam pertemuan PGRI bertempat di SDI Waturedu Kabupaten Nagekeo.

Selain itu, Winibaldus meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak tegas pelaku penikaman Kepala Sekolah SDI Pauduri Ndora Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, yang terjadi pada Selasa (8/6).

“Sehubungan dengan meninggalnya Ibu Azi Delfina, Kepala Sekolah SDI Pauduri Ndora, di Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, sebagai akibat langsung dari tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang orang tua siswa yakni Didakus Dame, maka dalam suasana duka cita yang begitu mendalam, kami Pengurus PGRI Kabupaten Nagekeo mewakili seluruh Anggota PGRI Kabupaten Nagekeo menyampaikan pernyataan sikap,” tegasnya.

Berikut pernyataan sikap PGRI Kabupaten Nagekeo:
1. PGRI Kabupaten Nagekeo, mengakui bahwa Guru sebagai Pendidik Profesional, dalam melaksanakan tugasnya tentunya dapat bersinggungan dengan subyek yang bernama peserta didik, orang tua, masyarakat dan pemerhati. Bukan tidak mungkin akan terjadi pula beda pendapat antara guru dengan pihak lain. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut atas ketentuan Pasal 42 UU tentang Guru dan Dosen, Pengurus PGRI Kabupaten Nagekeo menyatakan bahwa tetap menegakan kode etik guru, memberikan bantuan hukum kepada guru, memberikan perlindungan profesi guru dan bersedia memberikan pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru, dengan tetap memandang penting kritikan, masukan konstruktif apapun baik dari pihak orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap hal-hal managerial sekolah dan bentuk bentuk pengambilan kebijakan lembaga pendidikan, demi menjamin stabilitas dan iklim sekolah yang kondusif.

2. PGRI Kabupaten Nagekeo menyatakan bahwa tindakan pelaku terhadap korban sebagaimana dimaksudkan di atas merupakan tindakan keji, kejam, biadab yang dilakukan secara berencana di dalam lembaga pendidikan yang merenggut nyawa guru saudari seprofesi kami, Ibu Adefina Azi.

3. Memperhatikan bahwa guru secara normative harus mendapatkan perlindungan, sebagaimana ketentuan Pasal 39 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 (1) ‘’ yang mengatakan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Organisasi Profesi dan /atau Satuan Pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam tugasnya, maka dengan ini PGRI Kabupaten Nagekeo menyatakan sikap sebagai berikut :

Pertama : Mengutuk keras perbuatan pelaku pembunuhan berencana terhadap Guru Delfina Azi .

Kedua : Memohon kepada aparat penegak hukum untuk memproses tuntas tindakan Pidana Pembunuhan berencana terhadap Guru Azi Delfina sesuai ketentuan hukum yang berlaku (hukuman seumur hidup dan atau hukuman mati ).

Ketiga : Memohon Negara hadir melalui Pemerintah Nagekeo, DPRD Nagekeo, Aparat Penegak Hukum, Tokoh Mayarakat , Tokoh Agama dan Tokoh adat untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para Guru dan tenaga kependidikan.

Keempat : Sebagai bentuk solidaritas dan soliditas terhadap Ibu Guru Alm. Azi Delfina maka PGRI Kabupaten Nagekeo menyatakan turut berduka cita yang mendalam dan semua Satuan Pendidikan dari berbagai jenis, jalur dan jenjang di Kabupaten Nagekeo difakultatifkan pada hari pemakamannya.

Kelima : Memohon kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi komunitas SDI Ndora. (**/PR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed