by

Polres Nagekeo Gelar Apel Pasukan KesiapanPenanggulangan Bencana Alam dan Pengendalian Karhutla

Polres Nagekeo menggelar apel pasukan dalam rangka Kesiapan Penanggilangan Bencana Alam dan Pengendalian Karhutla, Senin (21/03/2021).

Dalam apel tersebut, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, MH memimpin selaku inspektur upacara. Hadir pula Pabung TNI AD Ngada-Nagekeo Mayor Inf Paulinus Rowa, Pejabat Utama Polres Nagekeo, Danramil Aesesa-Riung Serma Marselinus Uku, Kakanpol PP Muhayan Amir , Kadis Sosial Kabupaten Nagekeo Rufus Raga, Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo Agustinus Pone dan undangan lainnya.

Sementara peserta apel terdiri dari Pleton Anggota TNI Koramil Aesesa-Riung, Pleton Anggota Polres Nagekeo, Pleton Anggota Polisi Pamong Praja Kabupaten Nagekeo, Pleton Anggota Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo serta Pleton Anggota Staf Dinas Kehutanan Kabupaten Nagekeo.

Dalam apel tersebut Kapolres Nagekeo menyampaikan amanat Kapolda NTT tentang kesiapan penanganan bencana alam dan pengendalian karhutla di wilayah Provinsi NTT, khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Dalam amanat Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M. Hum yang dibacakan Kapolres Nagekeo, Kapolda NTT menyatakan bahwa pelaksanaan apel kesiapsiagaan tersebut merupakan tahapan penting untuk mengecek kekuatan personel, kemampuan maupun kelengkapan sarana prasarana yang akan digunakan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dilakukan pengecekan terkait kesiapsiagaan personel, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh seluruh stakeholders sehingga semua komponen siap saat menghadapi situasi kontijensi,” katanya.

Dijelaskan pula bahwa wilayah NTT mempunyai cuaca ekstrim dengan musim kemarau lebih lama dibandingkan musim hujan.

“Musim kemarau yang panjang juga dapat menimbulkan titik panas panas atau hot spot yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, di samping juga disebabkan oleh ulah manusia yang berdampak buruk bagi masyarakat. Penanggulangan Karhutla sebagai prioritas utama untuk segera diantisipasi dan ditanggulangi. Hot spot di NTT tersebar di Pulau Timor, Flores dan Sumba yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai, menekankan perlunya kesigapan seluruh instansi terkait untuk selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana dan kebakaran hutan.

“Pengelolaan manajemen ini harus dilaksanakan secara terpadu dengan ‘stakeholder’ yang ada. Seperti kita lihat pada hari ini, selain ada TNI-Polri juga ada Basarnas, BPBD, Tagana, Litbang, dan pemerintah daerah dengan harapan bahwa masyarakat secara mandiri juga harus melakukan antisipasi karhutla termasuk pengawasan,” katanya.(RR/PR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed