by

Revisi RPJMD 2019-2023, Pemda Nagekeo Telaah Isu-isu Strategis dan Indikator Kinerja Bidang Pendidikan

Pemerintah Kabupaten Nagekeo kembali melaksanakan lokakarya revisi RPJMD Tahun 2019-2023. Dalam kegiatan tersebut, Pemda Nagekeo, dalam hal ini Bappelitbangda Kabupaten Nagekeo besama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo dan Mitra Kerja Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk Bidang Pendidikan, INOVASI menelaah isu-isu strategis dan indikator kinerja pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring  melalui aplikasi zoom selama dua hari yaitu Kamis-Jumat (15-16/04/2021) tersebut berlangsung di Aula VIP Kantor Bupati Nagekeo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi III DPRD Nagekeo Antonius Moti, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo Lukas Mere, Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten Nagekeo Drs.Tiba Aloysius, Plh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Nagekeo Kasimirus Dhoy, Advisor INOVASI Jakarta Ingga Danta Vistara dan Basilius Bengoteku, Team Gedsi INOVASI Jakarta, Provincial Manager INOVASI NTT Hironimus Sugi, Provincial Education Policy Specialist INOVASI NTT Mus Mualim, perwakilan pengawas sekolah serta sejumlah ASN pada Lingkup Pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Sekda Nagekeo Lukas Mere saat membuka kegiatan tersebut menyatakan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, terdapat delapan Standar Nasional Pendidikan yaitu isi, proses, kompetensi lulusan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan,sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan
penilaian pendidikan.

“Delapan standar pendidikan tersebut belum paripurna dan belum lengkap diterapkan. Karena itu, saya berharap agar dalam revisi RPJMD ini, tujuan, indikator dan sasaran yang kita tetapkan dapat bermuara pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nagekeo,” ujarnya.

Lukas melanjutkan bahwa amanat undang-undang mengharuskan agar 20 persen dari APBD dialokasikan untuk membiayai pendidikan.” Kabupaten Nagekeo telah menerapkan hal tersebut, yaitu mengalokasikan 20 % APBD peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, dana tersebut harus jelas peruntukan dan sasarannya, serta harus berguna mencerdaskan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Drs. Tiba Aloysius dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa pihaknya mengusulkan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK), meskipun banyak kegiatan yang belum terakomodir. ” Forum ini akan menjadi ajang diskusi untuk mereview delapan sasaran strategis yang kami ajukan, sehingga dapat menghasilkan program yang baik dan mendukung literasi, numerasi dan pendidikan karakter,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plh Bappelitbangda Kabupaten Nagekeo Kasimirus Dhoy menegaskan bahwa  perumusan indikator kinerja dalam RPJMD  harus berorientasi pada hasil. “Hal ini merupakan penegasan dari Bupati Nagekeo bahwa indikator harus dapat diukur sehingga harus dipersiapkan. Revisi RPJMD juga harus antisipatif yaitu juga harus mempersiapkan hal-hal seperti terjadinya pandemi atau pandemi yang berkepanjangan,” ujarnya.

Provincial Manager INOVASI NTT Hironimus Sugi dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa revisi RPJMD perlu memperhatikan penekanan akses aman untuk anak. “Sebab sudah terdapat 98 sekolah yang dibuka kembali, sementara beberapa waktu yang lalu, badai seroja merusak banyak sekolah dan fasilitas tertentu. Kita harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak baik  terhadap pandemi covid maupun terhadap akibat bencana dan kemungkinan bencana,” harapnya.

Ketua Komisi III DPRD Nagekeo Antonius Moti menegaskan bahwa revisi RPJMD tidak boleh mengabaikan regulasi nasional maupun daerah. “Kita harus berpedoman pada regulasi dan saya harapkan agar revisi pada bidang pendidikan ini akan fokus penguasaan literasi, numerasi dan pendidikan karakter demi meningkatkan mutu pendidikan . Namun saya tekankan bahwa harus ada data akurat sebagai pembanding untuk revisi yang akan kita lakukan,” tandasnya.(RR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed