by

Tiga Orang Pelaku Perjalanan Reaktif Rapid Test Dikarantina di Puskesmas Boawae

Risa Roga
Boawae, Aksara Nusa

Tiga orang pelaku perjalanan di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo yang menunjukan hasil reaktif rapid test, saat ini sedang menjalani masa karantina di Puskesmas Boawae. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puskesmas Boawae Wilfrida Daeni kepada Aksara Nusa, Rabu (27/08/2020). “Saat ini, terdapat tiga orang yang sedang dikarantina di rumah paramedis dalam kompleks Puskesmas Boawae. Ketiganya adalah pelaku perjalanan yang rapid testnya menunjukan hasil reaktif,” katanya.

Wilfrida menjelaskan bahwa ketiga orang tersebut adalah pelaku perjalanan dari Jakarta, Bali dan Malang. “Ketiganya juga telah menjalani swab test. Swab test pertama telah kami lakukan pada pagi hari ini dan swab kedua akan dilakukan besok, Kamis (27/08/2020). Swab test dilakukan oleh petugas laboratorium Puskesmas Boawae,” ujarnya.

Puskesmas Boawae
Petugas kesehatan di depan tempat karantina

Wilfrida melanjutkan bahwa specimen swab akan diantarkan ke RSD Aeramo untuk kemudian diteruskan ke Kupang.” Selanjutnya kita menunggu hasil test swabnya. Dan jika testnya menunjukan hasil positif, Puskesmas Boawae telah menyiapkan ruangan khusus untuk isolasi pasien positif covid-19,” ungkapnya.

Wilfrida menambahkan bahwa dalam menyiapkan ruangan untuk karantina, ruangan isolasi dan persiapan swab test, pihaknya memperoleh dukungan dari Pemuda Boawae Peduli Kesehatan.”Sejujurnya, kami sangat terbantu dengan kehadiran Pemuda Boawae Peduli Kesehatan. Organisasi tersebut membantu pembersihan tempat karantina, menyiapkan ruangan isolasi, melakukan sosialisasi keliling kepada masyarakat dan sebagainya. Hal ini sangat kami hargai,” tambahnya.

Meskipun terdapat pasien reaktif rapid test yang dikarantina di Puskesmas Boawae, Wilfrida menyatakan bahwa masyarakat Kecamatan Boawae tidak perlu merasa ragu untuk memeriksakan kesehatan di puskesmas. “Pelayanan di puskesmas berjalan seperti biasa. Ada jarak aman antara ruangan karantina dengan ruangan untuk pasien dan pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Nagekeo
Kepala Puskesmas Boawae bersama Pemuda Boawae Peduli Kesehatan, saat melakukan sosialisasi keliling

Sementara itu, Ketua Pemuda Boawae Peduli Kesehatan Reyn Djemu, menyatakan bahwa Pemuda Boawae Peduli Kesehatan dibentuk untuk mendukung dan mewujudkan kesehatan masyarakat Kecamatan Boawae. “Kami akan mendukung program-program pemerintah terutama yang berkaitan dengan upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kami berperan aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya mewujudkan kesehatan serta melakukan gerakan-gerakan sebagai contoh bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar,” paparnya.

Terkait terdapat tiga pelaku perjalanan yang menunjukan hasil reaktif rapid test, Reyn mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat Kecamatan Boawae. “Jika ada pelaku perjalanan yang tiba di Boawae, yang bersangkutan, keluarga maupun masyarakat sekitar harus segera melaporkan kepada petugas kesehatan, agar dapat dilakukan pemeriksaan. Para pelaku perjalanan sebaiknya tidak langsung berbaur dengan keluarga dan masyarakat sekitar, tetapi harus diperiksa kesehatannya terlebih dahulu, demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Pemuda Boawae peduli Kesehatan
Edukasi kesehatan oleh Pemuda Boawae Peduli Kesehatan

Reyn juga mengharapkan agar masyarakat tidak perlu mengucilkan atau merasa takut berlebihan terhadap para pelaku perjalanan maupun keluarganya.” Memang ini adalah kasus reaktif rapid test pertama untuk Kecamatan Boawae. Tetapi masyatakat tidak perlu cemas dan khawatir, sebab telah ada tempat karantina khusus untuk pasien dan para petugas kesehatan pun telah mampu melakukan rapid dan swab test,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed