by

Wabup Sumba Barat Resmikan SAB di Desa Tana Rara

Wakil Bupati Sumba Barat John Lado Bora Kabba meresmikan Sarana Air Bersih (SAB) di Desa Tana Rara , Selasa (09/11) bertempat di halaman Kantor Desa Tana Rara. Selain meresmikan SAB, dilaksanakan pula peluncuran bantuan langsung tunai dan distribusi paket belajar kepada keluarga marginal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Barat, para Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat Loli, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat beserta anggota, Kepala Desa Tana Rara, Kapolsek Loli, Babinsa Kecamatan Loli, Wakil CEO Save The Children National Office Erwin Simangunsong, Direktur Perkumpulan Stimulant Institut Stephanus Makambombu, para Rato Desa Tana Rara, masyarakat Desa Tana Rara serta undangan lainnya.

Wabup Sumba Barat menyampaikan bahwa SAB yang diresmikan tersebut akan sangat bermanfaat menyediakan air bersih untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

“Pada hari ini, kita secara bersama-sama menyaksikan peristiwa penting yaitu peresmian sarana air bersih yang akan sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan, puskesmas serta seluruh masyarakat yang ada di Desa Tana Rara. Selain sarana air bersih, mitra kita dari Save the Children dan Stimulant memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket belajar kepada keluarga marginal, sebagai bentuk dukungan pada layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Wabup John Lado dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Stimulant Institut bersama Save The Children, yang terus melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat.

“Terimakasih atas seluruh upaya dan dedikasi dari rekan-rekan mitra yang selalu tulus, ikhlas dan setia dalam membangun Kabupaten Sumba Barat. Saat ini, kita semua mengetahui bahwa situasi sangat berbeda dengan sebelumnya, karena hadirnya pandemi covid-19 yang telah membawa perubahan terhadap dunia, dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hal yang sama terjadi juga di Indonesia umumnya dan Sumba Barat khususnya, yaitu covid-19 telah mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat,” katanya.

Terhadap dampak yang ditimbulkan oleh covid-19, Wabup John menyatakan bahwa pemerintah telah mengupayakan berbagai tindakan dan sikap untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penyebaran covid-19. “Namun tidak dapat dipungkiri bahwa muculnya covid-19 telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya sangat besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Wabup John Lado mengatakan bahwa persentasi kemiskinan di Kabupaten Sumba Barat masih tergolong tinggi sesuai data dari BPS, yaitu mencapai 28,17% pada tahun 2020. Persentasi ini berada di atas rata-rata provinsi yang mencapai 21,21% dan rata-rata nasional sebesar 10,19%. Meskipun ada penurunan kemiskinan sebesar 0,12% dari 28,29% di tahun 2019, namun belum menunjukan adanya perubahan yang signifikan.

“Dengan kondisi tersebut, kepala keluarga dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonomi, mempertahankan kualitas kesehatan dalam keluarga dan pendidikan anak-anaknya. Tentunya ini menjadi tugas berat bagi mereka,” tambahnya.

Karena itu,Wabup Sumba Barat menyatakan bahwa perlu ada intervensi pemerintah, dengan kerjasama dengan para mitra untuk menjaga ketahanan keluarga dan memenuhi berbagai kebutuhan.

“Terhadap situasi ini, kita perlu bersinergi dan bergandengan tangan membantu keluarga miskin agar tidak terjerembab dalam jurang kemiskinan dan membantu mereka agar bisa sejahtera melalui berbagai program/bantuan yang telah dicanangkan. Bantuan-bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat dan keluarga antara lain perlindungan sosial, pemenuhan layanan dasar pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan sanitasi air bersih dan bantuan tunai,” pungkas Wabup John. (*/HB/HPSumbaBarat)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed