by

Warga Nagekeo Antusias Mendaftar Gratis Kartu Perpustakaan Nasional

Sejumlah masyarakat yang terdiri pelajar dari tingkat SMP hingga SMA serta sejumlah Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Nagekeo, NTT antusias melakukan pendaftaran gratis untuk mendapatkan kartu anggota Perpusatakaan Nasional, bertempat di Kantor Bupati Nagekeo, Kamis (25/3).

Pelayanan dibuka oleh petugas Perpustakan Nasional yang hadir di Kabupaten Nagekeo dalam rangka menghadiri Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat. Pendaftaran yang bersifat gratis atau tidak dipungut biaya tersebut dilakukan agar para pendaftar mudah untuk mengakses buku dan jurnal secara online via aplikasi ipusnas.

Para pendaftar dibantu para petugas untuk akses website perpusnas via smartphone masing-masing atau melalui laptop petugas untuk masuk ke halaman keanggotaan dan mengisi data-data pada kolom dengan wajib menyertakan NIK. Selanjutnya setelah semuanya diisi, akan muncul nomor keanggotaan yang selanjutnya diberikan para petugas lainnya yang akan mengambil foto pendaftar serta langsung mencetaknya.

“Pendaftaraan ini gratis bagi siapa saja, sehingga para pendaftar bisa langsung dapat kartunya dan nomor anggotanya,” kata Juli,salah satu petugas pelayanan.

Juli, mengatakan bahwa kartu anggota memberikan kemudahan terlebih untuk jurnal-jurnal baik jurnal dari universitas dalam negeri ataupun luar negeri serta beberapa penelitian. Jurnal ini hanya bisa diakses masyarakat yang memiliki kartu anggota.

“Bila kita mau membaca berbagai macam literatur atau menulis sudah tentu butuh refrensi dari jurnal bukan saja hanya buku maka perlu kartu keanggotaan ini. Ini juga memberikan kemudahan bila kita ke Jakarta dan mengunjungi perpustakaan nasional,” ungkapnya.

Pendaftaraan kartu anggota tersebut memberikan akses bagi pelajar untuk langsung bisa mengakses buku dan jurnal lewat aplikasi yang bisa didownload dari smartphone masing-masing. Sejumlah pelajar mengaku senang dan bersyukur dengan hadirnya Perpusnas di Nagekeo.

“Kami selama ini tidak tahu bahwa ternyata ada akses buku online dari Perpusnas dan bersyukur Perpusnas bisa hadir di Nagekeo sehingga kami bisa lebih tahu dan banyak buku yang bisa kami pinjam secara online, ” kata Rosa salah satu pelajar yang ikut mendaftar.

Sedangkan sejumlah ASN yang juga ikut dalam pendaftaran itu mengatakan bahwa selain untuk kebutuhan bacaan pribadi, kartu serta keanggotaannya juga dibutuhkan buat akses buku untuk anaknya .

“Selain untuk baca sendiri saya juga daftar untuk kebutuhan anak karena banyak buku dalam aplikasi ini yang selama ini kami tidak tahu, dari pada kami punya anak dapat refrensi tidak jelas di internet lebih baik langsung ke Perpusnas,” ungkap Farid salah satu ASN.

Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional mengatakan Indonesia masih mengalami kekurangan buku maka perlu peran perguruan tinggi dalam menulis buku baru. Menurut Syarif, standar UNESCO menetapkan bahwa 3 buku baru untuk setiap orang pada setiap tahun belum terlaksana di Indonesia karena itu perlu peran-peran dan kerja sama dari perguruan tinggi dan pemeritahan daerah.

“Di Asia Timur, Eropa Barat dan Amerika Utara ada 15 sampai 30 buku baru setiap tahun untuk setiap orang. Kita permasalahannya rata-rata buku nasional kita 0,09, artinya satu buku ditunggu oleh 90 orang  setiap tahun dan ini jauh dari standar UNESCO. Karena itu kami menggugah perguruan tinggi untuk aktif menulis buku. Mahasiswa semester 2 sampai 3 di negara lain sudah bisa menulis buku ilmu terapan, beternak, pertanian karena itu harus dimulai dari perguruan tinggi,” pungkasnya.(MM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed